Adab Bersin Cara Nabi

Islam adalah agama yang sangat sempurna, sampai-sampai dalam urusan bersin pun telah dijelaskan di dalamnya. Rasulullah telah mengajarkan adab tersebut dan diikuti pula oleh para sahabatnya. Namun, sangat disayangkan bahwa sebagian kaum muslimin pada saat ini tidak memperhatikan adab tersebut yang justru malah sebaliknya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “ Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap, maka apabila ia bersin, hendaklah ia memuji Allah dengan mengucapkan Alhamdulillah. Dan kewajiban bagi yang mendengar untuk mendo’akannya. Adapun menguap, maka ia berasal dari syaiton, hendaklah setiap muslim berusaha untuk menolaknya sebisa mungkin, dan apabila mengeluarkan suara “ha”, maka pada saat itu syaiton menertawakannya. ” (HR Bukhari).
Adab bersin
Pada saat Abu Dawud (penulis kitab sunan) berada di atas perahu, ia mendengar seseorang yang berada disekitar pantai, bersin dan mengucap hamdalah, maka ia bergegas mendahului mereka (rombongan yang berada di dalam perahu) untuk mendekati sumber suara itu sampai ia mendapati orang yang bersin tadi lantas mengucapkan tasymit kepadanya kemudian ia kembali. Ketika ia ditanyai rombongan mengenai hal itu, ia mengatakan, “ Semoga itu menjadi do’a yang mustajab (dikabulkan)”. Ketika tidur, mereka mendengar suara yang mengatakan, “Wahai rombongan, sesungguhnya Abu Dawud telah membeli surga dari Allah ‘Azza wa Jalla dengan satu dirham.”
Seperti yang telah dicantumkan dalam hadits riwayat Abu Hurairah di atas bahwasanya Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Sesungguhnya Allah menyukai bersin.” Mengapa bersin disukai? Karena bersin dapat menyehatkan badan dan menghilangkan keinginan untuk selalu mengenyangkan perut serta dapat membangkitkan semangat dalam beribadah.
Lalu bagaimana adab bersin yang sesuai dengan Rasulullah? Berikut ini kami paparkan adab bersin Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam:
1. Merendahkan suara dan menutup mulut serta wajah saat bersin
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam ketika bersin, maka beliau menutup wajahnya dengan tangan atau bajunya sambil merendahkan suaranya.
2. Tidak memalingkan leher ke kiri atau ke kanan ketika bersin
Hal ini agar tidak membahayakan kesehatan meskipun dilakukan dengan alasan untuk menghindari orang yang ada di depannya.
3. Mengeraskan bacaan hamdalah meskipun sedang shalat wajib
Para ulama telah bersepakat atas dianjurkannya mengeraskan hamdalah ketika bersin dalam shalat, dan tidak disyari’atkan menjawabnya bagi yang mendengarkannya. Hadits yang membolehkan menjawab hamdalah pada waktu sholat adalah hadits dhoif.
4. Tasymit ( mendoakan seserang yang bersin)
Wajib bagi yang mendengar bacaan hamdalah untuk mengucapkan tasymit yaitu “Yarhamukallaah” dan jika tidak mendengar bacaan hamdalah dari orang yang bersin, maka maka tidak perlu mengucapkan tasymit bagi orang yang ada di sekelilingnya. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap, maka apabila ia bersin, hendaklah ia memuji Allah dengan mengucapkan Alhamdulillah. Dan kewajiban bagi setiap muslim yang mendengarnya untuk bertasymit (mendo’akannya).” Hadits ini menunjukkan bahwa tasymit adalah wajib bagi muslim yang mendengar bacaan hamdalah dari orang yang bersin.
5. Jawaban setelah mendengar orang yang bertasymit
Apabila seseorang yang bersin mengucapkan hamdalah kemudian orang yang mendengarnya bertasymit, maka dianjurkan bagi yang bersin untuk mengucapkan salah satu do’a berikut. Dan merupakan sunnah untuk mengucapkan doa-doa tersebut secara bergantian.
a. Mengucapkan “Yahdiikumullaah wa yuslihu baalakum (semoga Allah memberi hidayah dan memperbaiki keadaan kalian).” (HR. Bukhari)
b. Mengucapkan “Yaghfirullahu lanaa wa lakum(semoga Allah mengampuni kita dan kalian semua).” (HR. Abu Dawud, an-Nasai, dan Tirmidzi)
c. Mengucapkan “Yaghfirullah lakum(semoga Allah mengampuni kalian semua).” (HR. Bukhari dan an-Nasai)
d. Mengucapkan “ Yarhamunallah wa iyyaakum wa yaghfirullahu lanaa wa lakum(semoga Allah merahmati dan mengampuni kami dan kalian semua.” (HR. Malik)
e. Mengucapkan “ Afaanallaah Wa iyyaakum minan naari yarhamukumullaah(semoga Allah mengampuni kami dan kalian semua dari api neraka dan merahmati kalian semua)” (HR. Bukhari)
f. Mengucapkan” Yarhamunallaah wa iyyakum(semoga Allah merahmati kami dan kalian semua)” (HR. At-Thabari).
Semoga Allah senantiasa memudahkan kita semua untuk menjalankan sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia ini. Wallahu Ta’ala a’lam. (Ummu Umar Al-Atsariyyah)

di muroja’ah
Ustadz Aris munandar

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s