BERTAUBAT DARI PACARAN

Di antara perilaku orang barat yang buruk dan telah menyebar di dunia Islam pada saat ini adalah hubungan asmara (pacaran) sebelum pernikahan. Dalam Islam tidak dikenal adanya hubungan antara laki-laki dan perempuan untuk saling kenal sebelum pernikahan. Pacaran menyebabkan kerusakan yang banyak menimpa pemuda dan pemudi. Mereka semakin jatuh dan terperosok dalam kegelapan cinta terlarang, mengungkapkan cinta dengan jalan pacaran yang jelas merupakan dosa. Pacaran sendiri merupakan jembatan maksiat menuju zina yang sangat nyata. Zina melibatkan semua anggota tubuh, yang tidak mungkin lepas dari aktivitas pacaran.
Pacaran adalah tipu daya setan. Setan membuat kita terlena semakin jauh dan terus bermaksiat kepada Allah. Tipu dayanya menjadikan seseorang yang sedang kasmaran merasakan cinta terlarang (berpacaran) yang membuat hati ini selalu mengundang rindu dan rasa cinta mendalam (yang terlarang dalam syariat). Banyak sekali dosa yang dilakukkan oleh orang yang berpacaran, di antaranya yaitu khalwat (berdua-duaan) antara pria dan wanita, melihat dan memegang lawan jenis yang bukan mahram, berpelukan, berciuman, mengucapkan ucapan cinta yang dapat mendorong syahwat, bahkan hubungan seksual di luar nikah dijadikan aktivitas biasa yang dilakukan oleh mereka yang sedang berpacaran. Na’udzu billah min dzalik. Hendaklah ingat hadist ini, dari Ma’qil bin Yasar berkata, “Rasulullah bersabda, yang artinya,
“Seandainya ditusuk pada kepala salah seorang kalian dengan jarum besi, maka itu lebih baik dari pada menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Thabrani)
Saudariku, renungkanlah betapa bahayanya pacaran. Semoga Allah memberikan hidayah untuk yang sedang melakukan cinta terlarang itu. Segeralah sadar dari tipu daya setan ini, bertaubatlah kepada Allah dan kembalilah kepada cinta Allah yang haq. Lalu bagaimana caranya bertaubat dari pacaran?

Hakikat Taubat
Taubat adalah langkah nyata seorang hamba dalam menyesali dosanya. Orang yang bertaubat akan sepenuh hati menahan diri dari maksiat. Siapa berbuat maksiat, hendaklah segera bertaubat. Adapun syarat-syarat taubat diantaranya;
1. Ikhlas
2. Meninggalkan maksiat
3. Menyesali perbuatan dosa
4. Bertekad untuk tidak mengulangi lagi perbuatan dosanya
5. Tidak terus-menerus melakukan dosa maksiat
6. Taubat harus dibuktikan oleh hati, lisan dan perbuatan
7. Senantiasa bertaubat dan tidak melakukan hal yang membatalkan taubat
8. Taubat dilakukan pada waktu taubat masih diterima, sebelum ajal tiba dan sebelum matahari terbit dari arah barat.
Dari syarat-syarat taubat di atas, maka jika engkau ingin bertaubat dari pacaran, hendaknya engkau tinggalkan pacaran, putuskan pacarmu, bertekadlah untuk tidak pacaran lagi. Hindarilah segala sesuatu yang dapat menjerumuskanmu untuk pacaran lagi. Ingatlah saudariku, orang yang pintar itu tidak akan jatuh untuk kedua kalinya dalam lubang yang sama. Menikahlah jikalau engkau telah mampu, karena itu akan menjaga kehormatanmu dan menundukkan nafsumu. Bersegeralah bertaubat selama Allah Ta’ala masih memberimu kesempatan untuk melakukan taubat.
Ketahuilah bahwa jika engkau bertaubat, niscaya keutamaan taubat akan datang kepadamu. Taubat menghantarkan seorang hamba kepada keutamaan, kemuliaan, ketinggian derajat, dan pahala yang sangat besar. Taubat menghapus segala macam dosa, menuntut pelakunya menuju jalan yang lurus untuk menggapai ridha dan cinta Allah, membuka pintu rezeki, serta mendapat limpahan berkah dan karunia.
Dari Abu Nujaid Imran bin Al-Hushain Al-Khuza’i bahwa sesungguhnya ada seorang wanita dari Juhainah yang hamil karena zina dan mendatangi Rasulullah. Dia berkata,”Wahai Nabi Allah, aku telah melanggar hukuman had, maka tegakanlah hukum atas diriku!” Nabi memanggil wali wanita tersebut dan berkata, ”Perlakukan dia dengan baik, jika dia telah melahirkan datangkanlah kepadaku!” Dia melaksanakannya. Kemudian Rasulullah memerintahkan wanita tersebut agar merapatkannya pakaiannya dan memerintahkan agar wanita tersebut dirajam. Kemudian beliau menshalatinya.
Umar berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, engkau menshalatinya, sedangkan dia telah melakukkan zina?” Rasulullah menjawab, ”Dia telah bertaubat dengan sungguh-sungguh. Jika taubatnya dibagikan kepada tujuh puluh penduduk Madinah, maka akan cukup bagi mereka. Apakah kamu menemukan orang yang lebih mulia dari pada orang yang secara sungguh-sungguh ingin membersihkan dirinya semata-mata karena (mencari ridha) Allah Ta’ala?” [Shahih diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahih-nya (4408)].
Hadist ini menjelaskan betapa luhurnya taubat di hadapan Allah. Jika bukan karena taubat, Rasulullah tidak akan menshalati wanita itu. Tidak akan beliau mengungkapkan bahwa taubat perempuan itu cukup untuk dibagi kepada tujuh puluh penduduk Madinah.
Maka renungkanlah, dosa dan kesalahan apa yang telah diperbuat oleh lisanmu, tanganmu, kakimu, telingamu dan matamu. Lakukanlah taubat atas dosa-dosamu. Koreksilah dirimu sekarang juga, dari pada engkau dikoreksi pada hari kiamat. Segeralah bertaubat dan menyibukan diri dengan taubat dalam setiap keadaan. Menyegerakan taubat agar maksiat tidak menjadi noda dan karat yang tidak bisa dihilangkan. Tidak boleh kita menundanya, karena taubat ketika sakaratul maut tidak bermanfaat.
“Sesungguhnya Allah akan menerima taubat hamba selagi nyawa belum di kerongkongan.” (Hasan diriwayatkan Imam At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Akhirnya, siapa yang menjalani taubat secara benar, jujur dan ikhlas akan mendapatkan apa yang disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
“Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak punya dosa sama sekali.” (Shahih,diriwayatkan oleh Ibnu Majah di dalam Sunan-nya no (4250)
[HALIMAH]
Maraji’:
Artikel Pacaran Sebelum Nikah? oleh Mamduh Farhan AL Buhairi, Qiblati Vol.01/No11/Th. 2006/1427.
Ya Allah Ampuni Aku, Zainal Abidin Bin Syamsudin, Pustaka Iman Abu Hanifah.

Iklan

5 thoughts on “BERTAUBAT DARI PACARAN

  1. subhanallah, jazakallah atas tausyiahnya

    untuk ikhwan akhwatillah semua jangan ragu untuk bertaubat sekalipun dosa maksiat kita segunung….
    mudah-mudahan Dia menrima taubat kita semua
    salam ukhuwah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s