Jadilah Mutiara yang Tersimpan

Wanita Mukminah adalah mutiara yang tersimpan dan terjaga dengan baik.Tangan orang yang usil tidak mampu menjamahnya dan mata orang yang berbuat kerusakan tidak mampu menggapai keelokannya. Ia selalu tejaga dari perbuatan sia-sia di tempat perlindungan yang kokoh dan benteng yang kuat.

Salah satu bentuk penghormatan yang paling agung terhadap wanita adalah apa yang diwajibkan oleh Alloh -‘Azza wa Jalla– kepadanya agar mengenakan hijab syar’i yang justru menambah dirinya semakin sopan, anggun, bersih dan suci.Hijab akan menghalanginya dari gangguan orang-orang yang sakit hatinya, menjaganya dari serangan manusia berperilaku serigala yang selalu mengintai disekitarnya untuk mendapatkan sesuatu yang beharga darinya.

Seorang wanita yang meremehkan syariat Alloh untuk memakai hijab, berarti telah melakukan dosa besar berkaitan dengan hak masyarakat disekitarnya. Sebab, jika syariat ini tidak ada, pasti hawa nafsu akan semakin bergejolak, kerusakan semakin tersebar. Wanita yang menampakan aurat dan kecantikan parasnya,tanpa sadar mereka rela menjadi mangsa kaum laki-laki yang rusak.

Dari Abu Huroiroh diriwayatkan bahwa ia berkata: Rosululloh shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat, (yaitu) suatu kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi, di mana dengan cemeti tersebut, dia memukuli manusia, dan para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berjalan berlengak-lenggok, dan kepala mereka seperti punuk unta yang berlenggak lenggok. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Padahal baunya dapat tercium dari jarak perjalan sekian dan sekian. (Shohih Muslim [III/1339] [2128] )

Tabarruj (memamerkan kecantikan) adalah termaksud perbuatan jahiliyah orang-orang tempo dulu, termaksud bentuk kemunduran dan kembali ke zaman tak berperadaban. Mengapa kembali lagi ke zaman kegelapan,wahai orang yang telah diterangi jalannya oleh Alloh dengan cahaya syariat islam?!

Allah Ta’ala berfirman,

‘Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan taatilah Alloh dan Rosul-Nya.” (Al-Ahzab [33] : 33)

Wanita yang berhijab secara sempurna akan memaksa setiap lelaki untuk menundukan pandangan mereka bersikap hormat ketika melihatnya.Oleh karena itu, Alloh menjelaskan hikmah di balik perintah mengenakan hijab dengan firmanNya,

“Yang demikian itu supaya mereka lebih muda untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Alloh Maha Pengampun lagi Maha Pangasih.” (QS.Al-Ahzab: 59).

Syarat –Syarat Hijab

Pertama,hendaklah menutup seluruh tubuh dan tidak menampakan anggota tubuh sedikitpun selain yang dikecualikan. Alloh berfirman,

Wahai nabi katakanlah kepada istri-isrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin,”Handaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. “Yang demikian itu supaya mereka lebih muda untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Alloh Maha Pengampun lagi Maha Pangasih. (QS.Al-Ahzab: 59).

Kedua, hendaknya hijab tidak menarik perhatian pandangan laki-laki bukan mahram. Agar hijab tidak memanncing pandangan laki-laki maka harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

• Hendaknya hijab terbuat dari kain yang tebal tidak menampakan warna kulit tubuh.

• Hendaknya hijab tersebut longgar dan tidak menampakan bentuk anggota tubuh

• Hendaknya hijab tersebut bukan dijadikan sebagai perhiasan bahkan harus memiliki satu warna bukan berbagai warna dan motif.

• Hijab bukan merupakan pakaian kebanggan dan kesombongan.Berdasarkan sabda Rasulullah berikut,

Barangsiapa yang mengenakan pakaian kesombongan di dunia maka Alloh akan mengenakan untuknya pakaian kehinaan nanti pada hari kiamat kemudian ia dibakar dalam Neraka”.(HR Abu Daud dan Ibnu Majah,dan hadits ini hasan).

• Hendaknya hijab tersebut tidak diberi parfum atau wewangian.Dasarnya adalah hadits dari Abu Musa Al-Asy’ary,dia berkata bahwa Rasulullah bersabda,

Siapapun wanita yang mengenakan wewangian lalu melewati segolongan orang agar mereka mencium baunya, maka ia adalah wanita pezina (HR Abu Daud, Nasa’i dan Tirmidzi, dan Hadits ini hasan)

Ketiga, Hendaknya pakaian atau hijab yang dikenakan tidak menyerupai laki-laki atau pakaian wanita kafir. Rasulullah bersabda :

Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk bagian dari mereka. (HR Ahmad dan Abu Daud)

Rasulullah melaknat seorang lelaki yang mengenakan pakaian wanita dan seorang wanita yang mengenakan pakaian lelaki.”(HR Abu Daud, Nasa’i dan Ibnu Majah, dan hadits ini shohih)

Semoga Alloh senantiasa memberikan kemudahan kepada kita semua. Dan hendaklah untuk yang sudah berhijab agar lebih memantapkan hijabnya hanya untuk mencari wajah Alloh -‘Azza wa Jalla. Juga bagi mereka yang belum berhijab agar bertaubat dan segera memulainya sehingga mendapat ampunan dari Allah Azza wa Jalla. Wallahu waliyyut taufiq.[Halimah]

Maraji’

• 100 Dosa yang Diremehkan wanita [terj.] Abdul Lathif bin Hajis Al-Ghomidi

Pustaka Al-Qowam

• Artikel Mengapa Wanita Harus Berhijab As-Sunnah

Edisi 04/VII/1424H/2003M

• Shahih Fikih Wanita [terj.] Syaikh Muhammad Al- Utsaimin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s