Catatan Kajian Nashiihatiy lin-Nisaa` Part 4

oleh Pengen Ke Madinah pada 25 April 2011 jam 6:16

Allah ‘Azza Wa Jalla Tidaklah Menciptakan Kita dengan Sia-Sia

 

 

أَفَحَسِبْتُمْ أَنَّمَا خَلَقْنَاكُمْ عَبَثاً وَأَنَّكُمْ إِلَيْنَا لَا تُرْجَعُونَ

“Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian dengan sia-sia, dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al-Mu`minun: 115)

Maksud dari sia-sia (عَبَثاً) adalah dibiarkan begitu saja tanpa perintah dan tanpa larangan.

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لَاعِبِينَ مَا خَلَقْنَاهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

”Dan tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan main-main. Tidaklah Kami menciptakan keduanya melainkan dengan haq (tujuan yang benar), tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Ad-Dukhan: 38-39)

Allah Ta’ala menciptakan langit dan bumi dengan haq maksudnya adalah untuk memerintahkan hamba-Nya dan melarang mereka, memberi ganjaran bagi mereka yang taat dan menyiksa mereka yang melanggar.

مَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَجَلٍ مُّسَمًّى وَالَّذِينَ كَفَرُوا عَمَّا أُنذِرُوا مُعْرِضُونَ

“Tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan benar dan dalam waktu yang ditentukan. Namun orang-orang yang kafir berpaling dari peringatan yang diberikan kepada mereka.” (QS. Al-Ahqaf: 3)

Allah Ta’ala menciptakan langit dan bumi supaya hamba mengetahui keagungan penciptanya.

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاء وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا بَاطِلاً

“Dan tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dengan batil.” (QS. Shad: 27)

Arti bathil dalam ayat ini adalah tanpa faidah dan tanpa manfaat. Di antara faidah diciptakannya langit adalah menurunkan rizqi dari langit. Di antara faidah diciptakannya bumi adalah menumbuhkan rizqi dari bumi. Di antara faidah dari bumi adalah sebagai tempat tinggal bagi manusia untuk diuji dalam kehidupannya di dunia, apakah ia termasuk orang yang bermaksiat kepada Rabb-nya ataukah taat kepada penciptanya.

وَمَا خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا إِلاَّ بِالْحَقِّ وَإِنَّ السَّاعَةَ لآتِيَةٌ فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ

“Dan tidaklah Kami menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan haq. Dan sesungguhnya hari kiamat itu pasti akan tiba, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik.” (QS. Al-Hijr: 85)

Haq adalah lawan dari bathil. Maka ayat ini menjelaskan bahwa penciptaan langit, bumi, dan apa yang ada di antara keduanya adalah ada tujuannya dan ada manfaatnya.

Yang dimaksud dengan memaafkan dengan cara yang baik adalah memaafkan yang tidak mengandung unsur menyakiti, bahkan membalas keburukan dengan kebaikan. Namun, apakah kita harus selalu memberikan maaf kepada orang yang melakukan keburukan kepada kita? Maka kita lihat, apakah ada maslahatnya jika kita memberikan maaf ataukah tidak ada. Memaafkan dengan cara yang baik adalah memberikan maaf jika ada maslahatnya, yaitu orang yang berlaku buruk terhadap kita akan berhenti dari kesalahannya jika kita memaafkannya. Namun, jika orang tersebut malah semakin menjadi-jadi setelah kita maafkan maka memaafkan di sini menjadi tercela.

Ayat-ayat di atas menjelaskan bahwa Allah Ta’ala menciptakan langit dan bumi dengan tujuan untuk menegakkan agama dan tauhid. Karena perintah Allah Ta’ala yang paling besar adalah tauhid, sedangkan larangan yang paling besar adalah syirik. Adapun isi dari agama adalah mentauhidkan Allah Ta’ala dan tidak menyekutukan-Nya.

Allah Ta’ala telah Mempersiapkan Kita untuk Suatu Perkara yang Sangat Besar. Apakah itu?

 

 

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah  Aku menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

Inilah tujuan penciptaan jin dan manusia, dan ini pula tujuan diutusnya para rasul, yaitu ibadah. Maksudnya adalah ibadah untuk mentauhidkan Allah Ta’ala. Ibadah yang benar adalah ibadah yang disertai dengan ma’rifatullah (mengenal Allah Ta’ala) dan mahabbatullah (cinta kepada Allah Ta’ala). Karena semakin seseorang mengenal Allah maka semakin sempurna pula ibadahnya. Lalu bagaimana cara mengenal Allah? Tentunya dengan mempelajari tentang Allah, yaitu mempelajari tauhid.

Makna ibadah secara bahasa adalah ketundukan  (الخضوع)dan kehinaan(الذلّة) .  Maka ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Ta’ala. Apabila seorang hamba semakin merendahkan diri kepada Allah Ta’ala maka semakin tinggi dan semakin mulia kedudukannya di sisi Allah, serta semakin dekat pula derajatnya dengan derajat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Semakin seseorang mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala maka semakin besar pula pertolongan dari Allah Ta’ala untuknya. Maka kunci jika kita mengalami suatu masalah adalah: dekatkan diri kepada Allah Ta’ala, niscaya pertolongan-Nya semakin dekat. Seorang ulama mengatakan,

من أصلح بينه و بين الله، أصلح الله بينه و بين عباد

“Barang siapa memperbaiki hubungannya dengan Allah maka Allah akan memperbaiki hubungannya dengan orang lain.”

Adapun makna ibadah secara istilah, didefinisikan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam kitab beliau “Al-‘Ubudiyyah”, yaitu:

اسم جامع لما يحبه الله و يرضاه من الأقوال و الأعمال الظاهرة و الباطنة

“Suatu ungkapan yang mencakup segala perkara yang dicintai oleh Allah dan diridhai oleh-Nya, baik berupa perkataan ataupun perbuatan, yang tampak maupun yang tersembunyi.” 

Bagaimana kita mengetahui bahwa sesuatu itu dicintai dan diridhai oleh Allah Ta’ala? Tentu saja hal tersebut dapat kita ketahui dari Al-Qur`an dan As-Sunnah. Parameternya adalah yang sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Allah Ta’ala dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bersambung, in syaa Allah

Taman ilmu,

20/05/1432

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s