Catatan Kajian Nashiihatiy lin-Nisaa` Part 8


Catatan Kajian Nashiihatiy lin-Nisaa` Part 8
oleh Pengen Ke Madinah pada 18 Juli 2011 pukul 13:54 ·

Bersungguh-sungguh untuk Melakukan Perkara yang Bermanfaat

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bercerita, “Penyakit demam[1] mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ‘Utuslah aku kepada orang yang paling kamu utamakan di sisimu.’ Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengutusnya kepada orang-orang Anshar. Selanjutnya sang penyakit demam itu tinggal di kalangan orang-orang Anshar selama enam hari enam malam. Maka hal ini menyulitkan kondisi orang-orang Anshar karena kena penyakit demam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi kampung-kampung mereka. Maka orang-orang Anshar mengadukan hal ini kepada beliau. Mulailah beliau masuk ke kamar-kamar dan rumah-rumah mendoakan mereka agar sembuh. Tatkala beliau pulang, beliau diikuti oleh seorang wanita Anshar. Wanita tersebut berkata, ‘Demi Allah yang mengutusmu dengan haq, sesungguhnya aku benar-benar dari kalangan Anshar, bapakku pun benar-benar dari kalangan Anshar. Doakanlah saya keada Allah sebagaimana Anda mendoakan orang-orang Anshar.’ Rasulullah menjawab, ‘Terserah kamu. Kalau kamu mau, saya akan mendoakanmu agar Allah menyembuhkanmu. Tetapi jika engkau mau bersabar maka engkau akan mendapatkan surga.’ Wanita tersebut berkata, ‘Kalau begitu saya akan bersabar.’” (HR. Al-Bukhari) Baca lebih lanjut

Catatan Kajian Nashiihatiy lin-Nisaa` Part 7


Catatan Kajian Nashiihatiy lin-Nisaa` Part 7
oleh Pengen Ke Madinah pada 29 Juni 2011 pukul 12:09 ·

Cita-cita yang Tinggi dan Bersegera Mendapatkan Kebaikan

Para sahabat memiliki tekad yang tinggi, tidaklah mereka bertanya kecuali surga, dan tidaklah mereka menginginkan sesuatu kecuali surga. Mereka menginginkan agar bisa dekat dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di surga. Baca lebih lanjut

Catatan Kajian Nashiihatiy lin-Nisaa` Part 6


Catatan Kajian Nashiihatiy lin-Nisaa` Part 6
oleh Pengen Ke Madinah pada 14 Juni 2011 pukul 19:34 ·

Jangan Tertipu dengan Dunia

Penulis hafizhahallah menukil beberapa firman Allah Ta’ala, yaitu QS. Al-Hadiid: 20, QS. Al-Kahfi: 45, dan QS. Yunus: 24.

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرّاً ثُمَّ يَكُونُ حُطَاماً وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan berbangga-bangga di antara kalian serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadiid: 20)

Allah Ta’ala memberitahukan kepada kita bahwa dunia adalah tempat bermain-main dan bersenda gurau, bukan tempat kenikmatan yang hakiki. Dunia ini memiliki pengikut, sebagaimana akhirat juga memiliki pengikut. Baca lebih lanjut

Kajian Muslimah


Kedudukan perempuan muslimah lebih mulia dibanding bidadari.
Sebab bidadari diciptakan untuk mengerjakan ketaatan.
Adapun Anda, perempuan muslimah,
diciptakan untuk bersabar mengerjakan ketaatan,
mengamalkan perintah Allah,
dan bersabar menjauhi maksiat.

::Untuk saudariku wanita muslimah::
fkka mempersembahkan;
::Daurah Muslimah edisi bulan Maret::
dgn Tema: Menjaga Kehormatan Muslimah
Pemateri: Ustadzah Ummu Yasir (Pengajar Islamic Centre bin Baz)
Hari/Tgl: Ahad, 18 Maret 2012
Pukul: 08.30-11.30 WIB
Tempat: MusTek (Mushalla Teknologi) Fakultas Teknik UGM
Ada doorprize+hadiahnya jg lhoo..